The Sky is High

It's just a box of pieces of a puzzle about a small circle of friends. It's about the lives, the loves, and the hopes. One by one, part by part. Hung up in the sky along with prayers. Until each of them can fly higher by itself. The Sky the Rain the Rainbow the Sun the Moon. All are talking in their own way. Carving their small footsteps in the history of time. And now each of them can really fly higher by itself, and leave this house one by one...



Pernahkah kamu merasa sendirian di rumah yang begitu besar untukmu?
Menunggu seseorang masuk kembali membawakan senyum dan tawa yang seperti biasa, karena rumah itu biasa ramai.

Ramai oleh tawa, tangis, bisik-bisik, kemarahan, teriakan, semuanya.
Dan kamu menanti di tempat yang sama, entah, membuka pintu-pintu kamar yang tidak lagi berpenghuni.

Duduk di ruang TV memegang remote namun pikiranmu dibawa kemana entah, karena tidak ada lagi yang akan menyembunyikan remote itu di bawah bantal atau merebutnya sambil menggelitikimu diam-diam untuk mengganti menjadi saluran tv kesukaannya. tidak ada wangi dan asap yang mengepul dari dapur, tidak ada bunyi sandal jepit yang basah, meja yang berderak, atau suara yang mengomel ketika kamu lewat sementara dia sedang menyapu rumah.

Iya, inilah lingkarbianglala sekarang.

Seperti pasar malam yang terlanjur larut, cahaya-cahayanya meredup, meninggalkan putaran bianglala yang tak bisa keluar dan menggelinding selain pada porosnya. aku disini, duduk, di ruang tamu yang kosong, kadang-kadang menempati ruangan yang sebelumnya terlalu hati-hati kumasuki.

Taman-taman yang rumputnya panjang dan belum disiangi.

Selamat datang, kawan.

Aku sendirian sekarang.
Dan menunggu, berharap.

Terlalu bosan dengan ke-aku-sendirianku.

Bagaimana dengan penghuni baru, katamu?

Tidak bisa
ini bukan rumah-ku.
ini rumah kami

Selalu jadi rumah kami, meskipun kunci ada di tanganku, aku hampir tidak pernah menguncinya lagi, setiap malam selalu bermimpi adanya tawa yang sama, atau orang yang diam-diam masuk lewat pintu pun tak apa, tak ada yang bisa dicuri dari rumah ini, karena rumah ini adalah kumpulan kenangan, jutaan gurat-gurat sederhana.

Maka suatu hari aku meninggalkan rumah ini untuk jangka waktu yang lama, berbulan-bulan, namun, setiap bulannya tetap saja aku kembali, berdiri di depan pagar yang mulai dipenuhi bunga mawar, bukan lagi lily seperti dulu.

Maka, setiap hari yang aku lakukan hanyalah pergi, ke sana, kemari, membangun rumah kecil yang lainnya, sambil berharap, ketika aku pulang, sudah ada seuntai senyum mengembang di rumah itu, lingkarbianglala.

Arco, Dimii, Sky, Luna.
Welcome (away) home.

selamat tinggal, selamat datang di rumah kalian masing-masing.

home is where your heart is, isn't it?

4 loves:

So sad :( why why? ^__^ people leave, but they will return home someday.

Anonim mengatakan... 23 November 2010 09.16  

Sesekali aku pasti datang bertamu, hujan.
Menyembulkan kepala di jendela mungil kalian sambil berteriak "halloooo" dan menemukan kemeriahan didapur yang membalas salamku dengan sorak ramai.

Selalu ada kerinduan untuk kembali pulang. Sabarlah menunggu!
Rawat tanaman, siangi rumput yang telah meninggi, masaklah sesuatu yang membuat tetangga iri dengan sedap aromanya. Cinta dapat memanggil pulang orang-orang yang pergi :)

-Fine

Akhrinya kau torehkan lagi sedikit semangat pada rumah ini, villa kalian, menurutku. Rindu bukan?

Aku senang kau dapat bernostalgia kembali di villa ini, namun, sekaligus sedih juga mendengar yang lein entah kemana.

Jangan patah semangat sayang, walaupun aku bukan siapa-siapa bagi villa ini, namu aku akan selalu siap membantu. setidaknya mengingatkan kau untuk pulang.

TETAP SEMANGAT CINTA !!!

halo kay, aku menunggu mereka pulang.

dan fine..... sini, sini, aku suka idemu!

datang, kamu akan kujamu!

dan sayang, datanglah, sayangku. Kemanapun aku pergi, kamu bisa menemukan aku di rumah. Rumah manapun. Rumah yang didalamnya ada cinta yang nyata.

In the living room