The Sky is High

It's just a box of pieces of a puzzle about a small circle of friends. It's about the lives, the loves, and the hopes. One by one, part by part. Hung up in the sky along with prayers. Until each of them can fly higher by itself. The Sky the Rain the Rainbow the Sun the Moon. All are talking in their own way. Carving their small footsteps in the history of time. And now each of them can really fly higher by itself, and leave this house one by one...

Siapa yang bilang meninggalkan masa lalu itu mudah?
Tidak mudah, sangat tidak mudah
Tapi apa yang membuatnya mungkin?
Usaha.
Bukan, bukan usaha untuk melupakan, bye-bye, you're off, I don't know you~ (tears falling, screaming out loud)
Stop, di Indonesia sudah banyak sinetron menye-menye

Berapa orang yang masih gatal membuka FB dan melihat-lihat profile dan wall, dan yah.... beragam lainnya dengan sejuta alasan yang dikarang-karang.
Berapa lagi yang gemas setiap kali melihat namanya muncul dengan icon senyum di YM dan langsung berinisiatif untuk mengirimkan pesan yang tidak tanggung-tanggung, a "BUZZ"
Berapa lagi yang tetap mengirimi surat, menulis wall, meskipun dirinya tahu bahwa orang tersebut sudah melanglang buana entah kemana, atau menghilang selamanya?

Aku pernah melakukannya, jadi aku juga tahu rasanya.
dan menurutku hal itu tidak membuat kita menjadi bodoh.
Hal itu hanya membuat kita menjadi lebih manusia.


maka, satu-satunya usaha adalah usaha untuk merelakan dan melepaskan.

seperti saat kita susah payah membuat pesawat dari kertas,
dan menerbangkannya,

kita menerbangkannya, jauh, tinggi...
meski kadang ketika pesawat ringkih itu terjatuh, kita masih memungutnya, dan menerbangkannya kembali.

tapi pesawat itu hanya butuh tempat yang cukup tinggi untuk terbang jauh, dia tidak butuh kita ketika dia mendarat di tempatnya sekarang.

Kita hanya perlu menerbangkan pesawat kertas itu cukup tinggi, dan mendoakannya sampai ke tempat yang dia inginkan.

meskipun di ujung sana kita tahu dia akan jatuh lagi, dan mungkin terinjak, atau mungkin koyak karena hujan.

tapi kita tidak perlu khawatir, pesawat itu telah terbang, tidak ada gunanya menerbangkan dia untuk yang kedua kali, atau ketiga kali.

dan sekalinya pesawat itu mendarat, itulah suatu ketetapan.

Mungkin dia akan berada disana dalam jangka waktu yang lama. Atau angin akan membawanya entah kemana. 

Yang harus dilakukan hanyalah menampilkan senyum manis sambil melambai ke arahnya.



Dadah.... 



Whooooosh.....



Aku sudah menerbangkan pesawatku.



Selamat tinggal.

Tidak,

Selamat jalan...

4 loves:

Anonim mengatakan... 10 Agustus 2011 17.41  

hujan putus sama angelo?

@anonim yang baik, aku nggak putus sama my bunbun Angelo. Notes kali ini hanya menyindir masa lalu yang sudah harus dilepaskan, bagaimanapun keadaannya...

@anonim:
wew...dapet dari mana gosip anarkis macam itu??? tenang aja, Hujan masih ter-materai-kan di hati Angelo kok. thank's perhatiannya, ya... (sepertinya Anda pembaca setia blog ini)

<3 you....Hujan de Angelo

Anonim mengatakan... 18 September 2011 20.48  

Hujaaannnn, gw kira pesawat itu si ren, ternyata cinta dari masa lalu hahaha...hmmm bagus juga tulisannya,gw suka...gw suka..

In the living room